Adsense Link 728 X 15;

Kandidat Pidie Bandel

Posted by selaluadadisiniuntukmu Senin, 12 Maret 2012 0 komentar
Kandidat Pidie Bandel

#Panwaslu Pidie Turunkan Paksa Atribut

Sigli | Harian Aceh – Para tim sukses calon Bupati Pidie dinilai masih membandel dengan terus memasang atribut meskipun tahapan kampanye belum dimulai. Jika tidak dicopot dalam dua hari kedepan, Panwas akan menurunkan paksa.

“Sejauh ini sebagian atribut sudah diturunkan. Namun masih ada satu dua atribut yang belum. Mungkin dua hari ini jika masih ada, kami akan turunkan secara paksa,” kata Ketua Panwaslu Pidie, Ibrahim, Minggu (11/3).

Kata dia, sebelumnya Panwaslu Pidie sudah pernah meminta tim sukses calon Bupati Pidie untuk dapat menurunkan atribut kampanye. Namun, permintaan ini ditanggapi dingin oleh pihak yang bersangkutan. Para Timses ini dinilai melanggar peraturan, dan masih membandel.

Padahal, penertiban atribut kampanye merupakan aturan mutlak yang harus dilaksanakan pasca penetapan calon, 7 maret lalu. Para calon bakal dibolehkan kembali memasang atribut lagi pasca pembukaan kampanye, 22 Maret nanti.

“Sejauh ini kami sudah menyuratinya semua calon bupati untuk diturunkan. Nanti boleh dipasang kembali pada saat kampanye,”kata Ibrahim.

Dia juga menjelaskan, pemasangan atribut kampanye hanya bisa dilakukan di kantor maupun posko pemenangan calon di tiap wilayah.“Sementara di tempat umum harus diturunkan, atau minimal ditutup,” paparnya.

Berdasarkan laporan Panwas dan masyarakat, terang Ibrahim lagi, hingga hari ketiga pasca penetapan calon, ternyata masih banyak dijumpai atribut kampanye yang terpasang di sejumlah tempat. Baik untuk pasangan dari jalur independen maupun atribut partai politik. Salah satu contohnya, seperti atribut Partai Aceh di Blang Paseih Kota Sigli, serta atribut milik pasangan dari Partai Democrat.

“Kami akan turunkan nanti kalau masih ada. Perlu diketahui kalau kami yang turunkan, segala kerusakan atribut tidak kami tanggung,” papar dia sambil mengharapkan semua atribut bisa diturunkan segera sebelum dicabut pihaknya.

Namun disisi lain, Ibrahim juga menerangkan bahwa pasca penetapan calon belum ada pelanggaran Pemilu di Pidie. Tetapi, dirinya mengakui mengaku banyak menerima laporan, meskipun semua laporan tadi belum menjurus pada pelanggaran Pemilu karena saat terjadi belum adanya penetapan calon. “Ada laporan yang masuk, namun itu belum dikatakan pelanggaran karena saat itu pencalonan belum ditetapkan,” terangnya. (muh)

Follow Twitter

Kami saja Bisa, Pemerintah apalagi?

Posted by selaluadadisiniuntukmu Minggu, 11 Maret 2012 0 komentar
Kami saja Bisa, Pemerintah apalagi?

Bagi kami warga Kota Sigli, Pidie, untuk menatap Gunung Seulawah Dara dengan terang-benderang, terutama saat halimun tidak tengah menyelimuti gunung itu. Tak perlu jauh-jauh. Datang saja ke Gampong Baro, sekitar tiga kilometer ke arah barat kota, sang gunung akan terpampang bagai landscap di layar depan handphone.

Pegunungan Seulawah

Pegunungan Seulawah (AcehPedia.org)

Di Gampong Baro-pun tempat yang lebih khusus adalah di mesjidnya yang kebetulan terletak persis di pinggiran sawah. Dari mesjid ini, terutama melalui teras sayap kanan–yang bangunannya didekor tanpa dinding sekeliling khususnya bagian depan–kami bisa duduk dalam tafakkur iktikaf sembari mata memandang lepas ke hamparan sawah yang luas.

Dari sayap kanan mesjid itu pula, nun jauh di batas pandang sana Gunung Seulawah Dara dan barisan bukit rendah yang memanjang di sisinya dapat ditatap sejelas memandang sebuah benda di depan mata.

Nah, ketika dalam dua hari belakangan ini orang-orang mulai bicara lagi mengenai pelarangan perambahan hutan lindung yang tidak mempan dengan hanya moratorium logging. kita langsung terbayang ke sisi bagian timur Gunung Seulawah Dara yang cenderung kita pandang lama-lama setiap jum’atan di Mesjid Gampong Baro, seperti juga pada Jum’at (09/3) kemarin.

Dan memang terasa nian dari penglihatan jarak jauh itu, betapa kian pekan gunung itu kian melebar areal kegundulannya. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa semua itu adalah akibat aktivitas pembukaan lahan perladangan baru dan aksi penebangan pohon berlatar belakang bisnis kayu liar.

Tatapan dari teras mesjid itu, tentu mengingatkan kita ke beberapa kali perjalanan jelajah rimba bersama grup darmawisata alam dari Padang Tiji. Dimana pada suatu hari, ketika perjalanan hendak menukik ke pedalaman rimba pinggiran kaki Gunung Seulawah Inong, kami tiba-tiba berhadapan dengan sebuah pemandangan yang kontras dengan struktur rimba, yaitu sebuah kamp beratap terpal plastik yang memancing keinginan merebahkan tubuh-tubuh kami yang kelelahan.

Dan ketika kami hendak mendekat ke kamp yang di halamannya penuh dengan balok-balok kayu yang masih mengeluarkan getah-getahnya di bekas-bekas langgam mesin gergaji dan tersusun rapi hingga ketinggian nyaris sebatas dada orang dewasa itu, kami pun menangkap satu gejala aneh yang tiba-tiba terjadi di seputar kamp tersebut. Yakni semacam suara-suara semak belukar yang diterjang oleh kaki-kaki yang berlari dengan tergesa-gesa.

Kami, sebagaimana arahan kepala rombongan kami, yaitu seorang pawang hutan, tidak usah takut bahkan abaikan saja suara-suara itu. Kami diminta duduk-duduk atau rebah-rebah diri saja di seputar kamp atau di atas susunan balok-balok kayu itu. Jangan usil tangan! Jangan ganggu-ganggu isi kamp! Duduk manis saja, atau bicara-bicara seronoh untuk membantu lebih cepat proses netralitas lelah tubuh.

Tapi tak lama kemudian ketika kami hendak beranjak lagi. Namun tiba-tiba dari arah semak-semak belukar tadi, terdengar sebuah kalimat bernada lega. “Oo, kami pikir tadi siapa.”

Rupanya orang itu adalah satu dari beberapa anggota penghuni kamp tersebut. Mereka adalah penebang liar. Balok-balok kayu yang tersusun itu adalah hasil tebangan tak berizin di kawasan terlarang. Dan tadi mereka lari masuk belukar karena mengira kami adalah tim gabungan yang dikoordinir Dinas Kehutanan.

Peristiwa itu terjadi pada medio 2008. Setelah itu, pada penjelajahan-penjelajahan berikutnya kami acap menempuh rute berbeda. Ternyata di setiap rute selalu saja kami menemui tanda-tanda bekas kamp para pembalak liar.

Hal ini membuat kita berpikir. Jika, Kami saja yang hanya tim darmawisata dapat menangkap basah para perambah hutan, konon lagi tim gabungan khusus yang dibentuk pemerintah.?musmarwan abdullah

Follow Twitter

Empat Pj Akan Kembali Dilantik Serentak

Posted by selaluadadisiniuntukmu 0 komentar
Empat Pj Akan Kembali Dilantik Serentak

BANDA ACEH - Biro Pemerintahan Setda Aceh menyatakan, pelantikan empat penjabat bupati dan wali kota yang masa tugasnya akan berakhir dalam pekan ini, kemungkinan akan dilakukan serentak, seperti empat penjabat sebelumnya. Khusus untuk Kota Sabang yang jabatan Wali Kotanya berakhir hari ini, telah ditunjuk pelaksana harian.

“Untuk  mengisi kekosongan jabatan Wali Kota Sabang yang berakhir Senin (12/3), Sekda Aceh telah menerbitkan surat penunjukan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota kepada Sekda Sabang, Amiruddin SE, “ kata Asisten I Setda Aceh, Marwan Sufi SH menjawab Serambi Minggu (11/3).

Marwan mengatakan, dalam pekan ini ada empat kepala daerah yang mengakhirinya masa tugas lima tahunnya dalam waktu tiga hari berturut-turut, yakni Kota Sabang, Kabupaten Pidie dan Aceh Timur, serta Kota Langsa.

Jika tidak dilantik secara bersamaan, kata Marwan, maka setidaknya dibutuhkan waktu selama tiga hari untuk melantik empat penjabat di empat daerah dimaksud. Karenanya itu, supaya efektif dan efisien, keempat penjabat itu akan dilantik serentak oleh Penjabat Gubernur Aceh, Ir Tarmizi A Karim, setelah SK keempatnya diteken dan dikirim Mendagri ke Aceh.

Usulan nama-nama pejabat yang akan ditunjuk menjadi penjabat di empat daerah itu, kata Marwan Sufi, telah dikirim Penjabat Gubernur Aceh ke Mendagri, pada pekan kemarin. Namun,  kata Marwan, hingga Jumat (13/3), SK nya belum turun, sehingga untuk Kota Sabang, Setda Aceh telah menunjuk Sekda Kota Sabang Amiruddin SE, sebagai pelaksana harian (Plh) Walikota Sabang, sampai dilantiknya pj wali kota. “Surat faxnya sudah kita kirim, Jumat kemarin,” kata Marwan.

Sumber-sumber di kalangan Pemerintah Aceh mengungkapkan, untuk mengisi empat penjabat wali kota dan bupati kali ini, dua pj akan diisi dari pejabat setempat dan dua lagi diambil dari provinsi. Namun sumber itu enggan menyebutkan secara rinci, nama daerah yang akan dijabat oleh pejabat setempat, dan mana yang akan ditunjuk pejabat dari provinsi.

“Yang jelas jumlah kepala dinas dan badan yang akan kosong di jajaran Pemerintah Aceh terus akan bertambah, sejalan dengan pelantikan penjabat wali kota dan bupati untuk 17 kabupaten/kota yang pilkadanya bersamaan dengan gubernur dan wakil gubernur Aceh, 9 April 2012 mendatang,” ujarnya.(her)

Wisata Komplit ala Ujong Kareng

Posted by selaluadadisiniuntukmu Sabtu, 10 Maret 2012 0 komentar
Wisata Komplit ala Ujong Kareng

Angin sepoi-sepoi, perpohonan yang rimbun serta pasir putih yang terhampar luas cukup memanjakan mata. Esotika pantai ini seakan semakin komplit dengan keberadaan Benteng Indra Patra yang memiliki catatan sejarah nan panjang. Selain itu, ada juga deretan pondok kuliner yang menyajikan berbagai makanan khas Aceh.

Benteng Indrapatra

Benteng Indrapatra (Harian Aceh/Junaidi Hanafiah)

Kamis (8/3), terasa lebih terik dari biasanya. Saat para penduduk di kota peninggalan Sultan Iskandar Muda ini bermandi peluh. Angin sepoi-sepoi di pantai ini justru membuat mata anak adam yang singgah disana terasa nyaman. Belaiannya laksana kasih seorang ibu.

Angin tadi juga menyebarkan bau harum dari ikan bakar yang baru di pesan para turis lokal. Mereka bercengkraman tak jauh dari lokasi penulis berada. Sepasang bocah terlihat sibuk menyusun pasir jadi bangunan semacam Kastil. Bangunan tadi beberapa kali runtuh karena dihantam air laut yang datang tiba-tiba.

“Dek, buatnya di dekat mama aja. Nanti terseret air laut dan tenggelam,” seru salah seorang wanita muda yang duduk diantara turis lokal tadi. Rupanya, sosok tadi merupakan orang tua dari bocah yang bermain pasir tadi. Namun seruan ini tidak juga digubris oleh sang bocah.

Tidak hanya mereka. Disudut kanan juga terlihat sepasang kekasih yang sedang memadu cinta. Didepan mereka, terlihat dua buah kelapa muda yang sudah dipotong rata permukaannya. Sesekali, mereka terlihat menarik minuman tersebut dan meneguknya secara bersamaan.

Ah, kita tinggalkan saja kegiatan para muda-muda ini. Pandangan beralih ke sebuah bangunan kuno peninggalan sejarah. Bangunan tersebut adalah Benteng Indra Patra.

Benteng Indra Patra ini dibangun dengan maksud utama untuk membendung sekaligus membentengi masyarakat semasa Kerajaan Lamuri berkuasa. Kerajaan Lamuri masih belum jelas keabsahan kapan berdirinya di Aceh. Namun secara umum, data mengenai kerajaan ini didasarkan pada berita-berita yang dikemukakan oleh pedagang-pedagang dan pelaut-pelaut asing (Arab, India, dan Cina) sebelum tahun 1500 M.

Sedangkan tujuan pendirian benteng ini adalah sebagai tempat pertahanan dari gempuran meriam-meriam yang berasal dari Kapal-kapal Perang Portugis. Disamping itu, benteng ini juga dipakai sebagai tempat beribadah Umat Hindu Aceh saat itu.

Nah, keberadaan benteng yang masih terlihat kokoh ini, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis lokal maupun mancanegara untuk singgah disana. Paling tidak, saat penulis singgah ke daerah ini, terlihat empat atau lima kali, pengunjung lalu-lalang di dalam benteng sambil mengabadikan gambar mereka dengan kamera hanphone masing-masing.

“Daerah Ujong Kareng memang selalu ramai. Jika seandainya, pemerintah sedikit saya peduli untuk membangun fasilitas penunjang wisata di daerah. Ujong Kareng pasti akan lebih maju,”papar Saiful, 26, pemuda pemilik pondok kuliner.

Ya, Ujong Kareng, itulah nama lokasi wisata ini. Semua aktivitas yang terekam tadi juga berlangsung disana. Namun Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, lebih mengenai daerah ini sebagai salah satu dusun di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya. Daerah ini berjarak 21 KM dari pusat Kota Banda Aceh. Jarak ini pula yang menyebabkan pejabat di daerah itu lupa akan potensi alam disana.

Padahal, Ujong Kareng merupakan pusat wisata terkomplit di daerah pesisir Aceh Besar. Daerah ini memiliki tiga keunggulan yang tidak ada di tempat lain, yaitu wisata alam, wisata sejarah dan wisata kuliner.

“Ujong Kareng memang lebih terkenal dari Desa Ladong. Jika ada investor yang membangun daerah ini, mungkin akan lebih terkenal. Fanorama alam daerah ini tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lain di nusantara,” ucap Rusli Rasyid, Kepala Desa Ladong, Kamis (8/3).

Tidak hanya itu, lanjut dia, sejak dulu daerah ini juga sering dijadikan sarang bagi ratusan penyu di malam hari. Namun karena banyaknya penangkapan penyu secara illegal antara tahun 2001 hingga 2010, menyebabkan populasi penyu kian berkurang disana.

“Ini biasanya dilakukan oleh warga luar. Masyarakat saat ini telah membuat peraturan gampong untuk perlindungan tersebut. Kami ini menjaga keindahan Ujong Kareng dan Ladong pada umumnya sebagai warisan untuk anak cucu nanti,” tandas dia. Sebuah harapan yang datang dari lubuk hati yang paling dalam.

Hari sudah mulai gelap ketika penulis meninggalkan Ujong Kareng. Namun esotika daerah ini tidak juga luntur ketika kegelapan datang. Lampu kelap-kelip dari perahu nelayan serta suara jangkrik yang bersahutan membuat mata begitu mempesona. Ya, Ujong Kareng memang patut dijadikan lokasi pilihan wisata diakhir pekan. (murdani)

Follow Twitter

Pasangan Jidan Diarak Naik Kuda

Posted by selaluadadisiniuntukmu 0 komentar
Pasangan Jidan Diarak Naik Kuda

SINGKIL - Pasangan calon bupati/wakil bupati Aceh Singkil Jaminuddin-Sopiyan (Jidan), diarak naik kuda oleh pendukungnya, saat menuju lokasi deklarasi, di lapangan Mariam Sipoly, Gunung Meriah, Sabtu (10/3). Jaminuddin dan Sopiyan yang mengenakan baju adat warna kuning diarak hampir selama satu jam, berkeliling kampung dari posko pemenangan di Gunung Lagan, hingga ke Lapangan Mariam Sipoly.

Lengkingan dendang diringi tabuhan musik adat kampong pun membahana, menyemarakan suasana di tengah terik matahari. Baliho raksasa di pojok lapangan serta tumpukan teratak, menyemarakan deklarasi yang diisi dengan pembacaan puisi, penyampaian kontrak politik bermaterai, dan ditutup ceramah agama tersebut.

Kontrak politik pasangan yang menyebut dirinya sahabat orang kecil ini antaralain, pembangunan di Aceh Singkil akan dimulai dari kampung, meningkatkan kesejahteraan buruh, memberikan beasiswa kepada siswa tidak mampu, dan meningkatkan pelayan kepada masyarakat.

Kemudian mengutamakan pengusaha lokal dalam tender proyek, tidak membuka izin HGU baru dan mengutamakan putra daerah dalam penerimaan CPNS. â??Semua program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat dipertahankan. Jika Aceh Singkil tidak berubah selama dua tahun maka kami siap mundur,â? kata Jaminuddin disambut tepuk tangan pendukungnya.

Seusai deklarasi, Jaminuddin dan Sopiyan kembali menunggangi kuda menuju posko pemenangan. Kali ini, rombongan mendapat pengawalan sepeda ontel.(c39)

Panwaslu Pijay Tertibkan Atribut Kampanye

Posted by selaluadadisiniuntukmu Jumat, 09 Maret 2012 0 komentar
Panwaslu Pijay Tertibkan Atribut Kampanye

Meureudu | Harian Aceh - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pidie Jaya akan segera menertibkan atribut kampanye di daerah setempat.

“Kita sudah melayangkan surat kepada Timses masing-masing kandidat. Jika dalam waktu dekat masih ada atribut kampanye, maka seluruh artibut tersebut akan dicopot dan disita dengan melibatkan Satpol PP dan aparat kepolisian,” kata Ketua Panwaslu Pidie Jaya, Abdul Muis.

Kata dia, tahapan Pemilukada saat ini sedang memasuki masa krusial. Dimana, semua pelanggaran yang terjadi akan diproses.

Penertiban ini, didasarkan pada peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilukada. Selain itu, ada juga Keputusan KIP Aceh Nomor 31 Tahun 2012 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah.

“Berdasarkan keputusan tadi, maka para pasangan calon tidak boleh memasang semua atribut, baliho dan spanduk yang bersifat kampanye sebelum jadwal kampanye yang telah ditetapkan,” tandasnya. (iso)

Follow Twitter

Gubernur: Perempuan Berperan Besar dalam Pemilukada

Posted by selaluadadisiniuntukmu 0 komentar
Gubernur: Perempuan Berperan Besar dalam Pemilukada

Banda Aceh | Harian Aceh – Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A Karim menyatakan, perempuan memiliki peran cukup besar dalam pemilukada, karena suara wanita lebih banyak dibanding pemilih laki-laki.

“Saya menilai peran yang cukup besar dimiliki perempuan Aceh itu masih termarginalkan karena cukup sedikit perempuan yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah,” katanya, Kamis (8/3) . Pernyataan itu disampaikan saat menjadi nara sumber pada seminar peringatan hari perempuan se dunia dengan tema “Perkuat perdamaian, mendukung kepemimpinan perempuan dan Pilkada tanpa kekerasan”.

Sementara itu, kepada wartawan usai acara, Tarmizi mengatakan, perempuan juga sosok yang paling rentan terhadap ancaman-ancaman pada momen politik, seperti pemilukada. Untuk itu, dia berharap, semua para kontestan tetap menjaga perdamaian saat pesta rakyat itu berlangsung. Dia juga meminta agar calon gubernur/wagub, calon bupati/wabup, dan wali kota/wakil wali kota agar berprilaku yang menyenangkan. “Jangan melakukan aktivitas-aktivitas yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan terjadinya huru hara di lampangan,” kata Tarmizi Karim.(ant/san)

Follow Twitter